Hilang sudah semua bahagia yg pernah tercipta. Hanya tertinggal rasa benci dan amarah yg terpendam.
Tlah jelas dimataku siapa kau kini. Sama saja dg orang-orang diluar sana. Mempermainkanku sesuka hatimu. Begitu busuknya hatimu.
Kau yg selama ini kukira bahagiaku. Tak lebih dari sekedar penyebab deritaku. Kau butakanku atas nama cintamu! Akh, persetan dg itu semua. Kau tak lebih dari pengkhianat cinta.
Api yg pernah kau sulut. Kini membakar dirimu sendiri. Eh malah kau menyalahkanku! Enak saja! Apa hakmu?! Begitu kejamnya dirimu.
Aku tak peduli apa katamu. Aku tak peduli apa yg akan kau lakukan. Aku percaya akan ada imbalan-Nya dari itu semua. Aku percaya Ia akan melindungiku darimu. Karena aku percaya pada-Nya. Kini aku bisa melihat siapa sesungguhnya engkau. Kau tak lebih dari pria berhidung belang. Pembohong dan pendusta.
Aku bukanlah orang suci meski itu dimatamu. Aku akui aku hanyalah insan biasa. Aku sama seperti lainnya yg tak luput dari dosa. Tapi ku selalu berusaha jadi lebih baik. Ini adalah urusan aku, kau dan Tuhan kita. Dia yg akan memutuskan. Antara aku dan kau atau kita berdua.
0 komentar:
Posting Komentar